← Kembali ke pusat panduan

Panduan UMKM

Perbedaan margin dan markup beserta contohnya

Margin dan markup sama-sama berbentuk persentase, tetapi pembaginya berbeda. Kekeliruan kecil pada rumus dapat membuat harga jual lebih rendah daripada target keuntungan yang direncanakan.

Ditulis dan diperiksa oleh HitungLaris • Diterbitkan 14 Juli 2026 • Bacaan 5 menit

Apa itu markup?

Markup mengukur kenaikan harga dibandingkan modal atau HPP. Rumusnya adalah laba per produk dibagi HPP, kemudian dikali 100%.

Jika HPP Rp50.000 dan markup 40%, tambahan harganya Rp20.000. Harga jual menjadi Rp70.000. Markup cocok untuk melihat seberapa besar harga dinaikkan dari modal.

  • Markup (%) = (harga jual − HPP) ÷ HPP × 100%.
  • Harga jual dari markup = HPP × (1 + persentase markup).

Apa itu margin?

Margin mengukur laba dibandingkan harga jual. Rumusnya adalah laba per produk dibagi harga jual, kemudian dikali 100%.

Pada contoh harga jual Rp70.000 dan HPP Rp50.000, labanya Rp20.000. Marginnya sekitar 28,6%, bukan 40%, karena pembaginya adalah harga jual.

  • Margin (%) = (harga jual − HPP) ÷ harga jual × 100%.
  • Harga jual dari target margin = HPP ÷ (1 − persentase margin).

Mengapa target 40% menghasilkan harga berbeda?

Markup 40% atas modal Rp50.000 menghasilkan harga Rp70.000. Namun target margin 40% menghasilkan harga sekitar Rp83.334 sebelum pembulatan karena Rp50.000 dibagi 0,60.

Pada harga Rp83.334, laba sekitar Rp33.334 dan laba tersebut setara 40% dari harga jual. Karena itu, pastikan istilah yang dipakai sama saat berdiskusi dengan reseller, tim penjualan, atau pencatat keuangan.

Mana yang sebaiknya digunakan?

Keduanya dapat digunakan selama rumusnya konsisten. Markup mudah untuk menambahkan persentase dari modal, sedangkan margin lebih langsung menunjukkan bagian harga jual yang tersisa sebagai laba kotor.

Untuk menentukan harga melalui HitungLaris, gunakan target margin. Setelah harga dibulatkan, periksa margin aktual karena pembulatan dapat membuat hasil sedikit lebih tinggi.

  • Pastikan HPP sudah lengkap sebelum menghitung persentase.
  • Masukkan biaya transaksi dan komisi sebagai biaya tambahan bila sering terjadi.
  • Periksa harga setelah diskon, bukan hanya harga normal.
  • Bandingkan hasil dengan kapasitas pelanggan tanpa menghapus kebutuhan laba.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah margin 50% berarti harga dua kali modal?

Ya, jika seluruh biaya sudah tercakup dalam modal. Rumus harga dari margin 50% adalah HPP dibagi 0,5 sehingga harga menjadi dua kali HPP.

Apakah markup boleh lebih dari 100%?

Boleh secara matematika. Kelayakannya tetap bergantung pada nilai produk, biaya lain, pasar, dan kemampuan pelanggan. Persentase tinggi tidak otomatis berarti laba bersih tinggi.

Apakah margin sama dengan laba bersih?

Belum tentu. Margin per produk biasanya menggambarkan laba setelah biaya variabel. Biaya tetap, pajak, promosi, dan pengeluaran lain masih perlu dikurangi untuk memperoleh laba bersih.

Pelajari berikutnya