Mulai dari HPP yang lengkap
Jangan menentukan harga hanya dengan melihat harga pesaing. Pastikan HPP per produk sudah mencakup bahan, kemasan, biaya produksi, upah, dan susut.
Setelah itu tambahkan biaya yang hanya muncul saat penjualan tertentu, misalnya potongan platform, komisi reseller, atau subsidi pengiriman.
Margin berbeda dengan markup
Margin adalah persentase laba dibandingkan harga jual. Markup adalah persentase kenaikan dibandingkan modal. Keduanya menghasilkan angka berbeda.
Jika HPP Rp4.400 dan target margin 35%, rumus harga jual adalah Rp4.400 dibagi 0,65. Hasilnya sekitar Rp6.770 dan dapat dibulatkan menjadi Rp7.000.
Pilih pembulatan yang mudah
Harga yang mudah disebut dan dibayar biasanya lebih praktis untuk penjualan harian. Anda dapat membulatkan ke kelipatan Rp100, Rp500, atau Rp1.000.
Pembulatan ke atas membuat margin aktual sedikit lebih besar. Periksa kembali apakah hasilnya masih masuk akal dibandingkan ukuran produk, kualitas, dan pelanggan yang dituju.
Jangan meniru pesaing secara mentah
Harga pesaing berguna sebagai pembanding, tetapi biaya, ukuran porsi, resep, dan cara penjualan mereka bisa berbeda. Bila harga hasil perhitungan terlalu tinggi, periksa efisiensi biaya atau tawarkan nilai yang lebih jelas—bukan langsung menghapus laba.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Margin berapa yang cocok untuk makanan?
Tidak ada angka yang cocok untuk semua produk. Gunakan target yang mampu menutup risiko, biaya tetap, dan kondisi pasar; lalu periksa margin aktual setelah pembulatan.
Apakah diskon harus dihitung sejak awal?
Ya, jika diskon sering digunakan. Pastikan harga setelah diskon masih menutup HPP dan biaya penjualan.
Bolehkah harga jual lebih murah dari pesaing?
Boleh jika struktur biaya Anda memang lebih rendah dan laba tetap sehat. Jangan menjual rugi hanya untuk terlihat murah.