Kenali laba kontribusi
Laba kontribusi adalah harga jual dikurangi biaya variabel per produk. Angka ini digunakan untuk menutup biaya tetap, lalu sisanya menjadi laba.
Contoh: harga jual Rp7.000 dan biaya variabel Rp4.400 menghasilkan kontribusi Rp2.600 per produk.
Masukkan kebutuhan bulanan
Jumlahkan biaya tetap bulanan dan laba yang ingin dicapai. Biaya tetap dapat berupa sewa, pulsa usaha, langganan, penyusutan alat, atau biaya yang tetap ada meskipun penjualan berubah.
- Harga jual rata-rata per produk.
- Biaya variabel atau HPP setiap produk.
- Total biaya tetap selama satu bulan.
- Target laba bersih selama satu bulan.
- Jumlah hari Anda benar-benar berjualan.
Rumus target penjualan
Target produk per bulan adalah biaya tetap ditambah target laba, lalu dibagi laba kontribusi per produk. Hasil bulanan dibagi jumlah hari berjualan dan dibulatkan ke atas.
Dengan biaya tetap Rp500.000, target laba Rp1.500.000, dan kontribusi Rp2.600, dibutuhkan sekitar 770 produk per bulan. Jika berjualan 26 hari, target hariannya menjadi 30 produk.
Periksa apakah target masuk akal
Bandingkan hasil dengan kapasitas produksi dan penjualan saat ini. Jika target terlalu tinggi, pilih beberapa tindakan: naikkan kontribusi per produk, kurangi biaya, tambah hari jual, buat paket penjualan, atau turunkan target laba sementara.
Pantau realisasi setiap minggu. Target bukan jaminan laku, melainkan alat untuk mengetahui jarak antara kondisi sekarang dan tujuan usaha.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apa bedanya omzet dan laba?
Omzet adalah seluruh nilai penjualan. Laba adalah sisa setelah biaya dikurangi. Omzet besar tidak selalu berarti laba besar.
Bagaimana jika menjual beberapa jenis produk?
Gunakan rata-rata kontribusi yang tertimbang sesuai jumlah penjualan, atau hitung target setiap produk secara terpisah agar lebih akurat.
Apakah target harus sama setiap hari?
Tidak. Target harian adalah rata-rata. Anda dapat menetapkan target lebih tinggi pada hari ramai dan lebih rendah pada hari sepi.