← Kembali ke pusat panduan

Panduan UMKM

Cara menghitung HPP makanan per porsi

HPP membantu Anda mengetahui modal nyata setiap produk. Perhitungan yang lengkap mencegah harga jual terlihat untung padahal masih ada biaya yang belum tercatat.

Diperbarui 13 Juli 2026 • Bacaan 5 menit

Apa itu HPP makanan?

HPP atau Harga Pokok Produksi adalah total biaya yang diperlukan untuk menghasilkan satu produk atau satu porsi. Untuk usaha makanan rumahan, HPP bukan hanya harga bahan utama.

Gas, listrik, air, kemasan, upah produksi, bahan yang terbuang, dan biaya kecil lain tetap mengurangi keuntungan. Karena itu, semuanya perlu masuk ke perhitungan.

Biaya yang perlu dicatat

Gunakan angka yang benar-benar Anda keluarkan untuk satu kali produksi. Pisahkan catatan belanja dari kebutuhan rumah tangga agar hasilnya lebih mudah diperiksa.

  • Bahan utama dan bahan pelengkap.
  • Kemasan, stiker, sendok, atau kantong.
  • Gas, listrik, dan air untuk produksi.
  • Upah Anda sendiri atau tenaga bantuan.
  • Biaya lain seperti ongkos belanja dan bumbu kecil.
  • Cadangan susut untuk produk gagal, tumpah, atau bahan terbuang.

Rumus HPP per porsi

Jumlahkan seluruh bahan dan biaya produksi. Tambahkan cadangan susut, lalu bagi dengan jumlah produk yang benar-benar dapat dijual.

Contoh: total biaya sebelum susut Rp37.000. Cadangan susut 3% adalah Rp1.110, sehingga total modal Rp38.110. Jika menghasilkan 20 porsi, HPP per porsinya sekitar Rp1.906.

Kesalahan yang sering terjadi

Kesalahan paling umum adalah hanya menjumlahkan bahan utama. Kemasan, gas, dan produk gagal dianggap terlalu kecil, padahal jika terjadi setiap hari jumlahnya dapat besar.

Gunakan jumlah porsi nyata, bukan target. Jika adonan direncanakan menjadi 20 porsi tetapi hanya menghasilkan 18, pembaginya harus 18 agar HPP tidak terlalu rendah.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah upah sendiri harus masuk HPP?

Sebaiknya masuk. Waktu dan tenaga pemilik tetap merupakan biaya produksi agar harga jual tidak hanya mengganti bahan.

Berapa persen cadangan susut yang wajar?

Tidak ada angka tunggal untuk semua usaha. Mulailah dari catatan produksi nyata; 2–5% dapat digunakan sebagai perkiraan awal bila belum memiliki data.

Apakah ongkir pelanggan masuk HPP?

Jika ongkir dibayar terpisah oleh pelanggan, biasanya tidak masuk. Jika Anda menanggung ongkir sebagai bagian penawaran, catat sebagai biaya tambahan.

Pelajari berikutnya