Mulai dari HPP yang lengkap
Pastikan HPP sudah mencakup bahan, kemasan, energi, tenaga, dan susut. Tambahkan komisi aplikasi, biaya pembayaran, atau ongkir yang ditanggung bila biaya tersebut muncul pada pesanan promo.
Harga promo harus dibandingkan dengan total biaya per produk, bukan hanya harga bahan utama. Biaya yang terlewat membuat promo terlihat untung padahal sebenarnya mengurangi modal kerja.
- Harga setelah diskon = harga normal × (1 − persentase diskon).
- Laba per produk = harga setelah diskon − total biaya per produk.
- Margin aktual = laba per produk ÷ harga setelah diskon × 100%.
Contoh harga normal Rp17.000
Anggap HPP lengkap Rp12.000 dan tidak ada biaya transaksi tambahan. Diskon 10% membuat harga menjadi Rp15.300, laba Rp3.300, dan margin aktual sekitar 21,6%.
Diskon 20% menghasilkan harga Rp13.600 dan laba Rp1.600, dengan margin sekitar 11,8%. Diskon 30% menghasilkan harga Rp11.900 sehingga rugi Rp100 per produk sebelum biaya lain dihitung.
- Diskon 10%: harga Rp15.300, laba Rp3.300.
- Diskon 20%: harga Rp13.600, laba Rp1.600.
- Diskon 30%: harga Rp11.900, rugi Rp100.
Tentukan batas promo berdasarkan laba minimum
Secara matematika, batas diskon sebelum harga menyentuh HPP adalah 1 dikurangi HPP dibagi harga normal. Pada contoh Rp12.000 dan Rp17.000, batasnya sekitar 29,4% jika tidak ada biaya lain.
Batas tersebut bukan rekomendasi untuk menggunakan diskon sebesar-besarnya. Tentukan laba minimum yang masih perlu dipertahankan, lalu masukkan biaya transaksi dan risiko pesanan. Batas nyata biasanya lebih rendah.
Gunakan alternatif selain potongan besar
Jika diskon langsung menghabiskan laba, coba paket dua produk, bonus berbiaya rendah, minimum pembelian, atau promo hanya pada jam dan kapasitas yang sepi. Tetap hitung biaya setiap paket.
Setelah memilih harga promo, periksa target penjualan. Promo baru membantu bila tambahan volume realistis dan total kontribusi yang terkumpul lebih baik daripada penjualan normal.
- Batasi periode dan jumlah produk promo.
- Jangan membuat stok atau urgensi palsu.
- Catat hasil promo: jumlah terjual, omzet, biaya, dan laba.
- Hentikan promo bila volume tambahan tidak menutup margin yang berkurang.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apakah diskon 20% berarti laba turun 20%?
Tidak selalu. Diskon dihitung dari harga jual, sedangkan laba adalah selisih harga dengan biaya. Karena biaya tidak ikut turun, persentase penurunan laba dapat jauh lebih besar.
Bolehkah harga promo sama dengan HPP?
Secara hitungan produk tidak ada laba untuk menutup biaya tetap atau risiko lain. Gunakan hanya bila ada tujuan dan anggaran yang jelas, bukan sebagai kebiasaan penjualan.
Apakah gratis ongkir termasuk diskon?
Bagi usaha, bagian ongkir yang Anda tanggung adalah biaya promo. Tambahkan biaya tersebut saat menghitung laba pesanan.